Tuai Banyak Masalah, Akhirnya Kepsek SD 191 Bukit Kemang Di Copot

Makalamnews.com, Bungo-Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) Negeri 191/II Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo, akhirnya dicopot. Selain dinilai banyak menuai masalah, Pencopotan Kepsek tersebut juga permintaan para wali murid langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Bungo.

Sebelum pencopotan, Jumat (14/06) lalu, Sekolah tersebut sempat disegel oleh para Guru Honor dan warga setempat, akibat tidak transparannya Kepsek dalam mengelola Dana Operasional Sekolah (BOS). Selain itu Kepsek juga disebut jarang masuk sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Bungo Masril membenarkan pencopotan Kepsek Tersebut. Masril mengatakan saat ini dirinya menjadi guru biasa.

“Kita sudah turunkan Kepsek Zahari menjadi guru biasa, dan sekolah Dasar (SD) Negeri 191/II Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh Kepsek nya kita Pjs langsung,” kata Masril.

Masril memastikan kini kondisi sekolah pasca penyegelan kemarin kini sudah kembali semula dan proses belajar mengajar seperti biasanya. Masril menegaskan hal ini seyogyanya menjadi pembelajaran bagi Kepsek laiinya.

Masril meminta kepada semua Kepsek SD dan SLTP di Bungo, harus transparan dalam segala sesuatu terkait penggunaan BOS. Tak hanya itu, sekolah akan baik bila Kepsek rajin masuk kerja. Bagai mana sekolah pserta didik pintar kalau kepsek tak jelas.

 “Belajar sudah seperti biasanya, masyarakatkan masalahnya cuma ingin berhentikan Kepsek itu saja dan sudah kita kabulkan. Atas laporan yang disampaikan kepada kami itu maka, kita mengambil tindakan tegas kepada yang besangkutan, supaya tidak terulang kepada sekolah yang lain,” kata Masril.

Sebelumnya kisruh para wali murid dan guru Honorer sempat membuat proses belajar terhenti, karena tak hanya menyegel sekolah para guru honorer juga mogok kerja, sebagai bentuk prostes keras kepada Kepsek Zahari tersebut.

Salah satu guru honorer yang enggan namanya disebut mengatakan, selain dia (kepsek-red) SD 191/II Bukit Kemang jarang masuk sekaloh, dana BOS yang ada di sekolah juga tidak transparan. Hal itu membuat guru honorer, warga sekitar dan wali murid kesal akhirnya sekolah di segel.

Sebelum dana BOS cair, Kepsek meminjam uang dengan salah satu guru, untuk keperluan sekolah, akan tetapi setelah dana BOS cair uang tersebut,

tak kunjung lunas dibayar. Untuk jumlahnya kami juga belum jelas berapa jumlah yang di pinjam,” katanya ( MNews/Ana)

Silahkan Komentar Berita nya