Terkait Dugaan Penganiayaan Terhadap Jurnalis, Begini Tanggapan Kapolres Bungo Dan Ketua IWB

Makalamnews.com, Bungo- Ketua Ikatan Wartawan Bungo ( IWB) Azwar sangat menyayangkan tindakan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Sapuan salah satu PNS yang bertugas di Kecamatan Bhatin III Ilu.

Menurut wartawan senior di Kabupaten Bungo itu mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Sapuan tidak mencerminkan bahwa dia seorang Abdi Negara.

” Seharusnya tidak begitu, sebagai abdi negara dan pelayan publik harus terbuka sesuai dengan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi , dalam menjalan kan tugas wartawan di lindungi oleh undang – undang. sebagaimana di atur dalam Undang-undang no.40 tentang pers , di dalam UU tersebut jelas sanksi nya bila ada tindakan menghalangi tugas wartawan,” Tuturnya

Semestinya kata Azwar, jawaban yang harus di berikan kepada wartawan bukan ucapan yang tidak pantas apalagi tindak kekerasan , jika tidak berkenan Tidak perlu bersikap arogan sebagaimana dilakukan oleh oknum ASN kantor Camat tersebut.

Menurutnya lagi, Pertanyaan tentang RAB adalah pertanyaan yang wajar karena uang yang di gunakan bukan lah uang pribadi melainkan uang iuran dari desa yang bersumber dari APBDus , jika benar tidak perlu takut dan jika bersih tidak perlu risih .

Setiap WNI berhak mendapat kan informasi yang benar dan berhak menyampaikan informasi serta melaporkan bila ada kejanggalan , hal ini semua di atur dalam UU keterbukaan informasi publik.

” Untuk anda ketahui siapapun WNI berhak mendapatkan informasi dan menyampaikan informasi serta melaporkan kejanggalan nya , karena yang anda kelola adalah uang negara bukan uang ninek moyang atau uang waris . Anda paham ?,” Tegasnya lebih lanjut.

Azwar berharap kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari , mari kita saling menghormati satu dengan yang lain nya meskipun berbeda profesi.

“Sebab kejadian serupa sudah sering terjadi namun sangat di sayangkan tidak banyak yang sampai ke meja hijau , dalam hal ini semestinya organisasi profesi kewartawanan yang ada baik lokal maupun nasional menyikapi dengan serius supaya hal serupa tidak terulang lagi,” Harapnya

Sementara, Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji saat dikomfirmasi terkait laporan dugaan penganiayaan terhadap Wartawan mengatakan akan memperoses tuntas kasus penganiayaan tersebut.

“Kami akan proses tuntas kasus penganiayaan tersebut,” sebut Kapolres Bungo itu.

Sebelumnya, Kasus dugaan Penganiayaan terhadap Rj salah satu Wartawan online di Kabupaten Bungo berbuntut panjang.

Pasalnya korban langsung melapor kasus tersebut ke Polsek Rantau Pandan dengan LP/B/05/VIII/2020/Jambi/RES BUNGO/SEK.RT PANDAN/Kamis Tanggal 6 Agustus 2020 Pukul 13:30 Wib.

Menurut korban, kejadian memalukan itu terpaksa dilaporkan karna tidak terima dengan perlakuan oknum PNS yang bertugas sebagai Kasi Pem di Bhatin III ulu itu. Selain itu ia juga mengaku sudah melakukan visum di puskesmas setempat.

” Saya sudah melakukan visum di puskesmas Rantau Pandan, dan melaporkan Safwan ke Polsek Rantau Pandan, sekarang kita tunggu hasil visum dan mari kita hormati proses hukumnya,” Ujar Robi

Sementara Kapolsek Rantau Pandan Iptu Satiyo SH membenarkan, sudah menerima Laporan dugaan kasus penganiayaan oleh oknum PNS kepada Robiansyah pada Kamis sekira Pukul 13:30 Wib.

” Benar, kami sudah menerima Laporan kasus penganiayaan terhadap Wartawan oleh Safwan ASN yang bertugas di Kecamatan Bhatin III Ulu, dan laporan ini akan kita tindak lanjuti dengan cepat,” Tuturnya.

Untuk diketahui, Kejadian bermula saat sejumlah wartawan menanyai terkait Rencana Anggaran Belanja (RAB) penggunaan anggaran yang dipungut dari Datuk Rio untuk pengukuhan gelar adat di Kecamatan Bhatin III Ulu.

Pertanyaan sejumlah wartawan ini membuat Syafwan selaku Ketua Panitia sekaligus Kasi Pem Kecamatan Bhatin III Ulu itu merasa geram dan tidak senang.
Bahkan parahnya ia melakukan penganiayaan terhadap salah satu wartawan online karna tidak mau difoto.

” Ngapo kawan, RAB ko dado urusan kawan,” ungkap Sapuan sembari menonjok R salah satu wartawan.

Dari data yang dihimpun, acara pengukuhan gelar adat Rio, Pemerintah Kecamatan dibawah kepemimpinan Camat Nurdin diduga memungut anggaran sebanyak Rp 12.000.000 per Datuk Rio dengan total anggaran secara keseluruhan Rp 84.000.000. untuk pengukuhan gelar adat. ( MNews)

Silahkan Komentar Berita nya





















>