Status Tanah Area Waterpark Kembali Diungkit, Begini Tanggapan Armiadi Selaku Ahli Waris.

Makalamnews.com, Bungo– Tempat wisata Semagi Waterpark yang di Isukan sebagai tanah bersengketa ternyata mengantongi surat-surat dan dokumen yang sah secara hukum dan bukan merupakan tanah sengketa seperti yang dilansir dari pemberitaan salah satu media pada tanggal 13 Desember 2019 yang lalu.

Hal ini dinyatakan secara resmi oleh Armiadi selaku penjual yang merupakan ahli waris dari ibu kandung nya Hj. Arnelis Binti Saurin saat melakukan jumpa pers bersama awak media bertempat di Rumah makan sederhana. Rabu (10/06/2020) malam sekitar pukul 20:00 WIB

Armiadi yang didampingi oleh ibu kandung nya Hj. Arnelis Binti Saurin saat melakukan jumpa pers menjelaskan secara detail dengan dibuktikan semua dokumen yang dimilikinya yang sah secara hukum.

Dalam pernyataan nya, Armiadi mengatakan bahwa lahan perkebunan yang dijual kepada Abdul Syakur bukan lah merupakan tanah sengketa seperti yang sedang hangat diberitakan di salah satu media belakangan ini.

Armiadi menjelaskan, Berdasarkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh Hj. Roslaini Binti Saurin di depan Notaris Ahmad Yani, SH yang juga dihadiri oleh beberapa saksi dari pihak keluarganya yaitu Abdul Rahman, Albet man dan Fadilah dengan Pembeli atas nama Abdul Syakur pada tanggal 27 September 2009, tertulis bahwa Hj. Roslaini Binti Saurin Dengan ini menyatakan bahwa tanah yang telah dijual oleh ARMIADI dengan luas 10.013 M2, ARMIADI dengan luas 45 000 M2 dan NURMAN dengan luas 29.973
M2, yang terletak di Desa sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah. Kabupaten Bungo dan Hj. Roslaini Binti Saurin Turut menerima uang sejumlah Rp. 190.000 000 (seratus sembilan puluh juta rupiah) dari Abdul Sakur sebagai pembeli tanah tersebut.

Dengan telah terjadinya Jual beli tanah melalui Akta Notaris tersebut, maka Hj. Roslaini Binti Saurin dan para ahli waris lainnya tidak akan menuntut apapun dikemudian hari atas penjualan tanah tersebut serta bersedia mencabut atas pemblokiran surat-surat tanah yang sebelumnya dilakukan pemblokiran oleh pihak mereka melalui Kantor Kelurahan Setempat, Kantor Kecamatan, Kantor Pertanahan Kabupaten Bungo, Kepolisian, Panitera Pengadilan Negeri Muara Bungo serta instansi-instansi lain yang terkait, sehingga dengan adanya Kesepakatan Pencabutan pemblokiran, maka terbitlah Sertifikat tanah tersebut atas nama Pembeli yaitu Abdul Syakur dan terlihat jelas bahwa benar tanah tersebut tidak ada sengketa apapun.

Dalam surat pernyataan tersebut, Hj. Roslaini Binti Saurin beserta anak-anak nya selaku saksi juga berjanji tidak akan menuntut atas penjualan tanah tersebut dikemudian hari dan juga berjanji turut membantu dalam permohonan Sertipikat Tanah Hak Milik ke atas nama pembeli, menandatanganı berita acara pengukuran, menunjuk batas tanah dan melakukan segala tindakan yang diperlukan dikemudian hari.

Armiadi juga menambahkan bahwa uang sejumlah Rp. 190.000.000,- ( seratus sembilan puluh juta rupiah ) sudah diterima dengan cukup oleh Hj. Roslaini Binti Saurin yang diserahkan langsung oleh Abdul Syakur dan disaksikan oleh para saksi yang hadir sesuai dengan Berita Acara Pembayaran yang ditanda tangani oleh Hj. Roslaini Binti Saurin selaku penerima uang di hadapan Notaris Ahmad Yani, SH pada hari Rabu Tanggal 09 September 2009 dengan nomor surat 167/2009.

Armiadi juga menegaskan bahwa orang tuanya Hj. Arnelis Binti Saurin bukan lah sebagai Tergugat melainkan selaku Penggugat yang sama haknya dengan Pihak Hj. Roslaini Binti saurin selaku Penggugat juga karena masih sama-sama Saudara Kandung seibu dan seayah,

dengan demikian Armiadi meminta agar pihak keluarga dari Hj. Roslaini Binti Saurin termasuk anak nya Fadilah dan yang lain nya untuk tidak menyebarkan berita-berita seperti sebelum nya karena ini sangatlah merugikan pihak keluarga besar Hj. Arnelis binti Saurin dan keluarga besar Hj. Roslaini binti Saurin sendiri karena sudah jelas bahwa Hj. Roslaini Binti Saurin telah terima uang dan berjanji akan membantu proses penerbitan sertifikat yang dibuktikan dengan telah terbitnya dua Sertifikat Hak Milik (SHM) atas Nama Abdul Syakur.

” jadi perlu kami tegaskan lagi, tidak ada permasalahan dalam jual beli tanah ini, dan lahan perkebunan yang kini menjadi objek wisata Semagi Waterpark itu bukanlah merupakan tanah sengketa karena keluarga besar Hj. Roslaini binti Saurin beserta ahli warisnya sudah menerima uang dari hasil jual beli tanah tersebut dan itu disaksikan oleh anak-anaknya dihadapan notaris Ahmad Yani SH pada hari Rabu tanggal 09 September 2009.

Maka dari itu kami menghimbau kepada keluarga besar Hj. Roslaini binti saurin termasuk Fadilah selaku ahli waris untuk menghentikan perbuatannya dengan tidak memberitakan hal-hal yang menyudutkan dan dapat merugikan berbagai pihak terkait permasalahan lahan tersebut. ” Jelasnya kepada awak media.

Armiadi juga secara tegas mengatakan, apabila masih ada pemberitaan perihal lahan tersebut maka pihaknya dan pihak Pembeli akan melakukan upaya hukum dengan membuat laporan Polisi karena telah melakukan Pencemaran nama baik dan Fitnah sesuai Pasal 310 dan 311 KUHP karena merasa dirugikan atas pemberitaan yang selama ini dibuat oleh Ahli waris Hj. Roslaini binti saurin. Tutup Armiadi.

Silahkan Komentar Berita nya





















>