Mulai Mencuat!… Pengadaan Komputer UNBK SMPN 5 Merangin Diduga Jadi Ajang Pungli

Makalamnews.com,Merangin- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diprogramkan oleh sekolah menengah pertama negeri (SMPN) menjadi bumerang di wilayah Kabupaten Merangin, target semua SMPN harus mengupayakan perangkat komputer dan melaksanakan UNBK justru hal itu menghadirkan dilema.

Di satu sisi, Program itu bagus untuk peningkatan Pendidikan.

Tapi, di sisi lain ternyata target pengadaan komputer itu justru menjadi ajang PUNGLI bagi sekolah SMPN5 Sungai Manau Merangin untuk melakukan pungutan tak semestinya.

Mencuatnya kabar tak sedap itu berdasarkan informasi dari Sebagian wali murid SMPN5 Sungai Manau bahwa anaknya juga diminta membayar untuk pengadaan komputer UNBK disekolahnya.

Keresahan itupun tak lepas dari mekanisme pungutan yang ternyata nominalnya sudah ditentukan terlebih dahulu oleh pihak sekolah sebanyak Rp 300.000. Ironisnya lagi, sumbangan yang berbahasa ditunggangi Komite itu diberlakukan kepada 79 siswa. Bahkan, siswa dari keluarga tidak mampu pun juga tak luput dari kewajiban membayar Rp 300.000 itu.

“Dari sekolah menyampaikan kalau itu sudah kesepakatan rapat komite dan wali murid. Termasuk anak saya yang kurang mampu juga harus bayar. ya terpaksa saya carikan utangan untuk bayar waktu itu,” ujar orangtua salah satu siswa yang tergolong tidak mampu saat berbincang dengan wartawan Senin Kamis 11/6/20.

Karena takut, iuran itu ia bayar sebelum ujian UNBK. Menurutnya, meski disampaikan sudah merupakan hasil rapat komite, namun sebenarnya banyak wali murid yang keberatan akan tetapi takut untuk melontarkan. “Katanya Kesepakatan bersama tapi angkanya sudah diputuskan pihak sekolah itu sendiri semua harus Rp 300.000 itu. Mestinya kalau siswa miskin jangan disuruh bayar. Bagi yang kaya, uang segitu mungkin nggak masalah, tapi kalau yang hanya buruh anak yatim ya bingung juga,” timpal Narasumber lainnya.

Terpisah, salah satu Paman Siswa mengatakan pada Media ini, kami selaku masyarakat kecil mempertanyakan kepada pihak sekolah, atas uang yang di setor sebanyak 300 ribu waktu lalu itu kemana dan dimana?..

di akibatkan Corona atau Covid-19 bahwa ponan bersama lebih kurang 79 siswa tidak jadi menggunakan Laptop dan server yang katanya di sewa pihak sekolah itu dibatalkan, sehingga Pemerintan mengijinkan Siswa Ujian di rumah saja.

” Kami hanya ingin uang itu kembali saja bang, anak keponakan kami di anjurkan belajar dan Ujian dirumahnya semenjak mewabahnya Covid-19 ini, jadi siswa tidak jadi donk menyewakan Laptop dan server itu, hanya itu saja ke inginan kami,

Sementara itu Kasek SMPN5 Merangin Endah Widayati pada media ini 11/6/20 pukul 9:00 ia mengakui bahwa penarikan uang sejumlah 300.000 dari Siswa itu benar adanya, kami hanya ingin siswa kami mengadakan UNBK disekolah ini saja, kami pun menyewa Laptop tersebut senilai 100.000x 40 Unit dikalikan lagi selama 3 hari ujar Kasek pada Media ini.

Jika ini mencuat dan dipermasalahkan maka uang ini akan kami bagikan kembali kepada Siswa yang telah membayar dahulu tapi persyaratannya kami minta 4 buah buku pada masing-masing Siwa kami minta itu di kembalikan ke sekolah sebab itu adalah aset sekolah, silahkan siswa maupun orang tuanya datang Kesekolah untuk menjemput uang tsb ujar Kasek lirih. (MNews)

Reporter : Bayhakie
Editor : Riana Kamesya

Silahkan Komentar Berita nya





















>