Miris.!!! Bertahun-Tahun LS Warga Sarolangun Diperkosa Ayah dan Paman Kandung, Begini Kronologisnya

Makalamnews.com, Bungo-Warga Pamenang Barat  AN (34)
ini tega memperkosa anak kandungnya sendiri LS (14) yang tinggal di kecamatan Cermin Nan Gedang. Parahnya lagi, aksi ini dilakukan (AN )sudah 7 tahun. Selain Ayah korban, aksi ini juga dilakukan oleh paman korban JI (19) warga kecamatan Cermin Nan Gedang.
Kabupaten sarolangun, jumat, 20/03/2020.

Ayah kandung dan paman korban berhasil diamankan anggota Polres Sarolangun berdasarkan laporan suami korban dengan nomor LP/ B-51/I1/2020/SPKT/ Res Sarolangun, tanggal 19 Maret 2020, Tentang persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur dan loporan dengan nomor LP/B-52 /III/2020/SPKT/Res Sarolangun tentang tindak pidana pencabulan dan persetubuhan.

Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto kepada sejumlah kompresi pres mengatakan bahwa korban baru saja menikah dengan pelapor pada Desember 2019 yang lalu. Namun pelapor yang juga suami korban curiga terhadap tingkah laku mertuanya dan paman istrinya. Dengan modal kecurigaan tersebut, suami korban bertanya langsung kepada korban. 

Korban pun menceritakan yang sebenarnya bahwa korban sudah sering diperkosa oleh ayah dan pamannya.

“Pelapornya suami korban sendiri, korban dan pelapor ini baru saja menikah, Desember 2019 yang lalu,” ujar Kapolres, Jum’at (20/3)

Lanjutnya, setelah menerima laporan tersebut, Unit penyelidik Reskrim Polres Sarolangun dan Unit Polsek Limun langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap ayah dan paman korban.

“Untuk pelaku ayah kandung korban berhasil di amankan di bengkel di wilayah kecamatan Cermin Nan Gedang tanpa perlawanan. Setelah diamankan pelaku langsung dibawa ke Polres Sarolangun Untuk diproses penyelidikan,” terangnya.

Dijelaskannya, setelah dilakukan penyelidikan terhadap ayah korban, anggota kepolisian berhasil mengungkapkan pelaku lainnya, yakni paman korban sendiri.

“Untuk pelaku JI, merupakan paman korban sendiri, dari keterangan pelaku, oa mengaku telah mencabuli LS dari tahun 2013 hingga 2016,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, ayah dan paman korban akan dikenakan tindak pidana dengan rumusan pasal 81 ayat 1 dan ayat 3, pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 undang-undang 35 tahun 2014 dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 penjara dengan denda Rp15 milyar.(MNews/Yunus)

Silahkan Komentar Berita nya