Kinerja Pendamping Desa Di Nilai Belum Maksimal

Makalamnew.com, Bungo– Akhir-akhir ini banyak masyarakat desa menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Bungo, Unras yang di lakukan oleh sejumlah dusun tersebut tak lain dan tak bukan persoalan yang menyangkut penggunaan dana desa dan tindakan asusila yang di lakukan oleh oknum Rio.

“ Peran pendamping desa sejauh ini belum terlihat, pasalnya sampai sekarang sistem administrasi di beberapa desa kabupaten Bungo masih belum maksimal, selain itu masyarakat banyak yang melaporkan dugaan penyelewengan dana desa kepada Pemerintah dan penegak hukum” Ungkap PLT Kadis PMD Bungo Taufik Hidayat kepada sejumlah awak media.

Menurut Taufik, persoalan administrasi di desa masih sering menjadi keluhan “Contohnya dalam setiap pencairan dana desa, persoalan administrasi selalu menjadi penghambat karena lemahnya desa dalam membuat sebuah laporan keadministrasian “ Terangnya lebih lanjut

Dia berharap pendamping desa sebanyak 70 anggota yang tersebar di 17 kecamatan dikabupaten Bungo mampu bekerja dengan maksimal, serta memberikan arahan sehingga tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.” Saya berharap pendamping desa dapat bekerja lebih maksimal lagi “ tegasnya

Senada dengan Taufik, Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bungo Syarkoni syam menuturkan timbulnya persoalan yang ada didesa karna kurangnya pembinaan dari Pendamping desa, ia menilai kinerja pendamping desa saat ini belum maksimal, pasalnya polemik terkait desa terus mencuat di permukaan .

“ Seharusnya pendamping desa berperan aktife dalam menjelaskan penggunaan dana desa agar tidak menimbulkan masalah apalagi soal pembangunan fisik terkadang tidak sesuai dengan RAB yang ada” Terang Syarkoni saat dijumpai diruanganya, Selasa ( 12/02).

Diketahui bahwa saat ini dana yang di transfer kedusun cukup besar minimal perdesa menerima 1.5 milyar rupiah hingga 3.1 milyar rupiah pertahun, sangat memungkin bermacam spekulasi dan kecurigaan masyarakat atas penggunaan DD tidak tepat sasaran, perhatikan saja jangankan pemilihan kepala desa, pemilahan BPD saja sudah terasa pilkada artinya besar dana yang di titip kedusun cukup menarik perhatian masyarakat. (MNews/ Ana)

Silahkan Komentar Berita nya