Keamanan Jebol, 3 Orang Santri Ponpes Diniyah Kabur Tanpa Di Ketahui Pengurus

Makalamnews.com, Bungo – Dunia pendidikan kembali tercoreng akibat keteledoran Yayasan Pondok Pesantren Diniyah yang beralamat di Perumnas Kabupaten Bungo. Pasalnya 3 orang santri berhasil kabur dan meninggalkan pondok tampa sepengatahuan pihak sekolah. Akibatnya orang tua dari salah satu siswa tersebut akhirnya menemui pihak diniyah untuk meminta pertanggung jawaban.

Awal dari persoalan ini Muhammad Riyad Alfallah,salah satu dari 3 orang siswa yang terlibat Cekcok dengan teman nya dan merasa terancam memilih kabur dari pondok minggu pukul 09:00 pagi, hal ini baru diketahui pihak yayasan dikarenakan orang tua dari Riyad yaitu pak lukman komplain Ke pihak yayasan dikarenakan anak nya tidak ada DI pondok ketika dijenguk.

“Iya saya sangat terkejut sekali ketika saya berkunjung ke pondok untuk menjenguk anak saya ternyata tidak ada, dan setelah saya tanya ke salah satu ustad malah seolah tidak mengetahui keberadaan anak saya” pungkas nya

Tidak cukup sampai disana lukman sebagai salah satu orang tua murid mencari keberadaan anak nya dan setelah diketahui anak nya ternyata sudah sampai Dirumah nya di Kabupaten Tebo, dan beliau merasa sangat marah dan kecewa karna yayasan yang beliau sudah percaya untuk menitipkan anaknya guna untuk menimba ilmu,menjadi anak yang cerdas dan agamis ternyata luput dari pengawasan pihak yayasan.

“Sungguh saya sangat kecewa dengan pihak yayasan, kenapa koq bisa anak saya kabur dari pondok, siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu pada anak saya. Kalau sempat dia dibunuh orang dijalan, kecebur sumur atau sungai, sebenarnya ada apa ini dimana letak tanggung jawab pihak yayasan yang seharusnya memberikan rasa aman terhadap siswa didik serta memberikan ketenangan kepada kami selaku orang tua koq malah bisa kejadian seperti ini” dijelaskan nya

Lukman selaku orang tua siswa meminta pihak yayasan untuk menjemput anak nya ke tebo karna beliau mau anaknya berada dipondok malam ini juga, akhirnya pihak yayasan melakukan penjemputan ke Tebo dengan menggunakan mobil yayasan dan lebih kurang 2 jam akhirnya anaknya sampai di pondok dengan selamat namun raut wajah sedikit pucat pasi dan seperti orang ketakutan.

Setelah melakukan mediasi yang cukup panjang antara orang tua siswa dengan pihak yayasan,dimulai pukul 20:15 s/d 22:00 WIB malam, akhirnya pihak yayasan mengakui atas keteledoran ini dan meminta maaf kepada orang tua siswa dan berjanji kedepan nya akan membenahi sistem keamanan pondok pesantren diniyah

” ya kami menyadari dan mengakui keteledoran kami ini dan kami minta maaf atas kejadian ini terutama kepada pak lukman selaku orang tua siswa dan kami berjanji akan membenahi sistem pengamanan kami sehingga hal ini saya pastikan tidak akan terjadi lagi” pungkasnya

Mirisnya pada kejadian ini, dua siswa yang ikut kabur tersebut sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, dan pihak orang tua nya juga belum menemui pihak yayasan Diniah.(MNews)

Reporter : Riana Kamesya

Silahkan Komentar Berita nya